Jumat, 09 September 2016

Materi Neraca Pembayaran dan Neraca Perdagangan Lengkap

Pengertian Neraca Pembayaran dan Neraca Perdagangan
Nerava Pembayaran

Neraca Pembayaran adalah daftar/ikhtisiar yang membandingkan selisih nilai barang ekspor dan impor suatu negara dalam kurun waktu tertentu, biasanya 1 tahun.
Neraca Perdagangan adalah daftar/ikhtisiar yang menunjukkan pembayaran dan penerimmaan dari luar negeri.
Fungsi Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran internasional memiliki berbagai kegunaan, antara lain, sebagai berikut.
1. Untuk membukukan seluruh transaksi ekonomi internasional yang terjadi antara penduduk dalam negeri dan penduduk luar negeri.
2. Untuk mengetahui struktur dan komposisi transaksi ekonomi internasional suatu negara.
3. Untuk mengetahui mitra utama suatu negara dalam hubungan ekonomi internasional.
4. Mengetahui posisi keuangan internasional suatu negara.
5. Sebagai salah satu indikator yang akan dipertimbangkan oleh IMF atau negara donor untuk memberikan bantuan keuangan, terutama negara yang mengalami kesulitan BOP.
6. Sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi satu negara selain tingkat inflasi, pertumbuhan GDP, dan sebagainya.

Transaksi Dalam Neraca Pembayaran
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.

Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
Hal-hal yang termasuk dalam transaksi kredit adalah sebagai berikut.
1. Export of goods and services (ekspor barang dan jasa)
2. Income receivable (penerimaan dari hasil investasi)
3. Offset to real or financial recources received (transfer)
4. Increases in liabilities
5. Decreases in finacial assets
Komponen Neraca Pembayaran
1.Current Account (Neraca Transaksi Berjalan)
a. Current account terdiri atas neraca perdagangan (balance of trade), neraca jasa (service account), dan neraca transaksi sepihak (unilateral account).
b. Transaksi ekspor pada current account dicatat sebagai transaksi kredit atau positif karena menghasilkan devisa.
c. Transaksi impor pada current account dicatat sebagai transaksi debit atau negatif karena mengeluarkan devisa.

2. Balance of Trade (Neraca Perdagangan)
Dalam neraca ini dicatat seluruh transaksi ekspor dan impor barang dengan ketentuan sebagai berikut:
a. sebagai transaksi kredit atau positif;
b. impor barang dicatat sebagai transaksi debit atau negatif.

3. Service Account (Neraca Jasa)
a. Transaksi yang dimasukkan ke dalam neraca jasa adalah seluruh transaksi ekspor dan impor jasa yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1) pembayaran bunga,
2) biaya transportasi,
3) biaya asuransi,
4) remittance (jasa TKI/TKW/TKA, fee/royalty teknologi dan konsultasi),
5) tourisme.
b. Neraca jasa Indonesia hingga saat ini selalu tercatat dalam posisi negatif atau debit. Mengapa? Karena transaksi impor lebih besar daripada transaksi ekspor, khususnya untuk pembayaran bunga, biaya transportasi, biaya asuransi, dan remittance. Satu-satunya jasa yang positif adalah jasa dari turis karena banyak turis asing yang datang ke Indonesia daripada turis Indonesia yang ke luar negeri.
c. Posisi negatif atau defisit dari neraca jasa ini juga mencermintkan masih relatif rendahnya kualitas SDM Indonesia sebagai penghasil jasa, walaupun secara kuantitatif lebih banyak TKI/TKW Indonesia yang bekerja di luar negeri (tetapi dengan penghasilan yang rendah dibandingkan dengan TKA yang bekerja di Indonesia dengan bayaran yang lebih tinggi.

4. Unilateral Account (Neraca Transaksi Sepihak)
Neraca ini merupakan transaksi sepihak yang umumnya terdiri atas bantuan sosial yang diterima atau diberikan dari/ke luar negeri, tanpa kewajiban untuk membayar kembali.

5. Capital Account (Neraca Modal)
a. Capital account ini terdiri atas ekspor dan impor modal, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek.
b. Penjumlahan saldo current account ditambah saldo transaksi impor/ ekspor modal jangka panjang.
c. Berbeda dengan pencatatan pada current account maka dalam capital account berlaku ketentuan sebagai berikut:
1) transaksi impor modal dicatat sebagai transaksi kredit atau positif,
2) transaksi ekspor modal dicatat sebagai transaksi debit atau negatif.

6. Reserve Account (Perubahan Cadangan Devisa)
a. Reserve account adalah neraca yang menunjukkan perubahan cadangan atau saldo devisa yang diperoleh dari tahun yang bersangkutan dari hasil penjumlahan saldo current account dan saldo capital account.
b. Perubahan cadangan devisa atau saldo devisa (dR) dari tahun yang bersangkutan ini pada dasarnya sudah menunjukkan posisi keuangan internasional suatu negara berdasarkan transaksi yang tercatat pada current account dan capital account.
c. Jika saldo reserve account menunjukkan angka positif (dR > 0), maka dapat dikatakan bahwa posisi BOP dalam keadaan surplus dan sebaliknya jika menunjukkan angka negatif (dR < 0) dikatakan BOP dalam keadaan defisit.
Neraca Pembayaran Defisit, Surplus ,dan Seimbang
Angka yang ada dalam neraca pembayaran akan menunjukan apakah Negara mengalami deficit atau surplus. Terdapat 3 kemungkinan dari kinerja neraca pembayaran, yaitu sebagai berikut:
-          Neraca Pembayaran defisit, terjadi apabila jumlah pembayaran lebih besar daripada jumlah penerimaan (transaksi kredit < transaksi debet). Suatu Negara jika mengalami kelebihan impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan menambah pinjaman akomodatif dan mengurangi cadangan (stok) nasional maka Negara tersebut sedang mengalami defisit total.
-          Neraca pembayaran surplus, adalah apabila jumlah penerimaan lebih besar daripada jumlah pembayaran/ utang (transaksi kredit> transaksi debet).


-          Neraca Pembayaran seimbang, adalah apabila jumlah pembayaran atau utang sama dengan jumlah penerimaan (transaksi kredit = transaksi debet).
Susunan Neraca Pembayaran

No.
Kredit (+)
No.
Debet (-)
1
Neraca Barang (ekspor)
·         Transaksi ekspor barang (komoditas)
1
Neraca Barang (impor)
·         Transaksi impor barang (komoditas)
2
Neraca Jasa
·         Jasa Perbankan dari luar negeri
·         Hasil pariwisata dari luar negeri
·         Hasil transportasi dari luar negeri
2
Neraca Jasa
·         Jasa Perbankan ke luar negeri
·         Hasil pariwisata ke luar negeri
·         Hasil transportasi ke luar negeri
3
Neraca Hasil Modal
·         Bunga dan dividen dari luar negeri
·         Upah tenaga kerja dari luar negeri
3
Neraca Hasil Modal
·         Bunga dan dividen yang dibayar ke luar negeri
·         Upah tenaga kerja yang dibayar ke luar negeri
4
Neraca Lalu Lintas Modal
·         Kredit (pinjaman) dari luar negeri
·         Penerimaan cicilan piutang ke luar negeri
4
Neraca Lalu Lintas Modal
·         Pembayaran (pinjaman) ke luar negeri
·         Pembayaran cicilan utang luar negeri
5
Naraca Lalu lintas Moneter
·        Pengeluaran emas ke luar negeri
5
Naraca Lalu lintas Moneter
·         Penerimaan emas dari luar negeri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar